Rabu, 24 Oktober 2018

Soal Penilaian Akhir Semester IPA Kelas 7 Tahun 2017/2018 Kurikulum 2013

Haiiii.....

Setelah lama tidak ngepost, akhirnya pada kesempatan kali ini saya akan membagikan soal IPA kelas 7 semester ganjil.


Silakan klik link di bawah ini untuk mendownload filenya.

Download file (docx)

Sabtu, 04 Maret 2017

Percobaan Fotosintesis (Sachs, Engelmann, Ingenhouz)


  1. Percobaan Engelmann (1883) 
Membuktikan bahwa fotosintesis:
  • memerlukan cahaya, klorofil,
  • paling efektif terjadi pada spektrum warna biru merah
  • membebaskan oksigen Engelmann mengamati Spirogyra sp dan Bacterium thermo dibawah mikroskop, Jika seberkas sinar dijatuhkan pada kloroplas Spirogyra maka akan tampak Bacterium thermo mengerumuni daerah berkloroplas yang dikena sinar, terutama warna biru (400nm) dan merah (680nm). Bacterium thermo perlu oksigen hasil fotosintesis Spirogyra. Jika kloroplas tidak disinari cahaya maka tidak banyak bakteri thermo yang berada di sekitar Spirogyra. 

 2. Percobaan G.J.Sach (1862) 
Membuktikan bahwa fotosintesis:
  • memerlukan cahaya dan klorofil
  • menghasilkan amilum (zat tepung), yang diuji dengan larutan Iodin/Lugol menghasilkan warna biru kehitaman.


3. Percobaan lngenhousz (1779) 
Membuktikan bahwa fotosintesis:
  • membebaskan oksigen berupa gelembung udara pada saat terang
  • memerlukan cahaya
  • memerlukan karbondioksida sebagai sumber karbon
  • memerlukan klorofil

  • Percobaan ini menggunakan tumbuhan air Hydrilla verticillata. Perangkat tersebut diletakkan ditempat yang terkena cahaya matahari. Hasilnya muncul gelembung udara dari tanaman. Gelembung yang tertampung ditabung reaksi diuji dengan nyala api. Nyala api yang semakin besar membuktikan gelembung itu adalah oksigen.

Selasa, 28 Februari 2017

Penyakit Basedow (penyakit graves)

Penyakit Basedow (penyakit graves) adalah kondisi medis yang ditandai dengan kadar hormon tiroid yang berlebihan akibat produksi berlebihan oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah bagian dari sistem endokrin yang terletak di bawah pita suara yang berperan dalam menghasilkan hormon seperti tiroid. 

Penyebab penyakit ini adalah proses autoimun. Tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang sel-sel yang sehat dari kelenjar tiroid. Antibodi-antibodi ini juga meniru kerja dari stimulating hormone yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. Akibatnya, kelenjar tiroid akan melepaskan hormon T3 dan T4 yang jauh melebihi semestinya.


Gejala. Penderita penyakit ini menunjukkan kelenjar tiroid yang membesar merata atau menyeluruh. Kelenjar tetap teraba lunak, tidak keras seperti benjolan tiroid yang lainnya. Selain itu, penderita juga dapat menunjukkan gejala seperti rasa cemas, lekas marah, rasa lelah, kehilangan berat badan yang tidak diharapkan dan bahkan penonjolan bola mata. Lebih dari tiga puluh persen pengidap Graves mengalami mata yang menonjol keluar. Istilah medisnya adalah graves eye disease atau graves ophthalmopathy. Mata yang tidak bisa menutup ini akan menyebabkan luka, infeksi, bahkan dapat menimbulkan kebutaan. Jika penyakit sudah sembuh, 30-50 persen dari penyakit Graves dapat kambuh. Biasanya pada 1-2 tahun di kemudian hari setelah obat yang diminum dihentikan. 

Perbedaan Gymnospermae dan Angiospermae




Gymnospermae
Angiospermae
Alat reproduksi
Strobilus
Bunga
Pembuahan
Tunggal
Ganda
Bentuk daun
Kaku, sempit
Bervariasi
Ovarium
-
Punya
Biji ditutupi
-
Oleh daun buah
Batang
Berkambium
Monokotil: tidak berkambium
Dikotil: berkambium
Akar
Tunggang
Monokotil: serabut
Dikotil: tunggang

1. Alat Reproduksi
Alat reproduksi pada gymnospermae adalah strobilus (kumpulan sporofil yang membentuk struktur berupa kerucut pada ujung tunas fertil/ujung cabang). Alat reproduksi pada angiospermae adalah bunga yang terdiri dari putik dan benang sari.
2. Pembuahan
Proses pembuhan pada tumbuhan gymnospermae berupa pembuahan tunggal dimana hanya terjadi satu kali pembuahan antara ovum (n) dan sperma (n). Pada pembuahan tunggal hanya terdapat satu sel sperma yang membuahi satu sel telur sehingga membentuk zigot.
Proses pembuahan pada tumbuhan angiospermae berupa pembuahan ganda, yaitu pembuahan yang berlangsung dua kali yaitu, 1) spermatozoa 1 membuahi ovum menghasilkan zigot (2n) yang berkembang menjadi biji, 2) spermatozoa 2 membuahi kandung lembaga sekunder menghasilkan endospermae (3n) yang akan menjadi daging buah.
3. Bentuk Daun
Bentuk daun tumbuhan gymnospermae adalah kaku dan sempit.
Bentuk daun tumbuhan angiospermae pipih dan lebar dengan susunan tulang daun yang bervariasi.
4. Ovarium
Tumbuhan gymnospermae tidak memiliki ovarium. Sedangkan tumbuhan angiospermae memiliki ovarium berupa putik.
5. Biji Ditutupi
Biji pada tumbuhan gymnospermae tidak ditutupi sehingga dapat terlihat dari luar di antara daun-daun. Sedangkan biji pada tumbuhan angiospermae tertutupi oleh daginn buah sehingga tidak dapat dilihat dari luar.
6. Batang
Semua batang tumbuhan gymnospermae berkambium. Sedangkan batang tumbuhan angiospermae ada yang berkambium dan ada juga yang tidak berkambium. Tumbuhan dikotil memiliki kambium sedangkan tumbuhan monokotil tidak memiliki kambium.
7. Akar

Semua tumbuhan gymnospermae berakar tunggang. Sedangkan tumbuhan angiospermae akarnya ada yang berakar tunggang (dikotil) dan berakar serabut (monokotil).

Minggu, 19 Februari 2017

RPP IPS Kelas 8 Semester 1 Kurikulum 2013

Bagi yang membutuhkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mapel IPS Kelas 8 Semester 1 Kurikulum 2013, nih saya bagi...

Saya juga mendapatkannya dari hasil googling.... Selamat mendownload


RPP IPS Kelas 8 Semester 1 Kurikulum 2013

Kamis, 03 Desember 2015

Sistem Peredaran Darah pada Hewan

 1.      Sistem Peredaran Darah pada Avertebrata
Avertebrata merupakan hewan yang tidak bertulang belakang. Ada hewan yang belum memiliki peredaran darah, dan ada yang berupa peredaran darah terbuka, dan ada yang berupa peredaran darah tertutup.
a.       Sistem peredaran darah tidak melalui peredaran darah
Hewan bersel satu (protozoa) tidak memiliki sistem peredaran darah. Gas yang dibutuhkan dan zat makanan yang akan diserap dilakukan secara difusi, karena tubuh hanya terdiri atas satu sel sehingga seluruh aktivitas metabolisme dilakukan oleh sel itu sendiri.
Banyak hewan jenis ini yang menggunakan organel selnya untuk metabolisme, seperti Paramaecium menggunakan vakuola kontraktif untuk mengedarkan zat makanan cair, dan mengunakan vakuola makanan untuk mengedarkan zat makanan padat.
Ada hewan yang menggunakan rongga sebagai saluran pencernaan sekaligus saluran yang dinamakan rongga gastrovaskuler.
Contoh Hydra dan Planaria.
b.      Sistem peredaran darah terbuka
Dinamakan sistem peredaran darah terbuka karena darah ataupun homolimfa dialirkan tidak melalui pembuluh, tetapi langdung dialirkan ke dalam rongga tubuh. Sistem ini dijumpai pada hampir semua jenis Mollusca dan Arthropoda.
1)      Sistem Peredaran darah Mollusca
Alat peredaran darah siput terdiri atas jantung dan pembuluh darah yang masih sederhana. Jantungnya terdiri atas atrium dan ventrikel yang terletak di dalam rongga perikardial. Jika jantung berdenyut, darah akan terpompa ke luar menuju rongga perikardial atau sinus terus menuju ke jaringan tubuh.
Di dalam jaringan, darah akan membebaskan zat makanan dan menyerap zat-zat sisa. Selanjutnya darah akan menuju ke rongga perikardial terus jantung melalui ostium.

2)      Sistem peredaran darah pada Arthropoda
Alat peredaran darah serangga terdiri atas jantung dan arteri. Jantung disebut jantung pembuluh. Darah dan cairan tubuh serangga disebut dengan hemolimfa. Fungsi hemolimfa untuk mengedarkan zat-zat makanan kepada sel-sel.
Arah aliran darah hemolimfa adalah bila jantung pembuluh berdenyut, hemolimfa terpompa mengalir melalui arteri, lalu masuk kedalam rongga tubuh, masuk jaringan-jaringan tubuh tanpa melalui pembuluh-pembuluh kapiler, dari jaringan-jaringan tubuh akan kembali masuk ke jantung pembuluh melalui ostium.
Hemolimfa tidak mengandung hemoglobin sehingga tidak mengikat oksigen. Dengan demikian darah Arthropoda hanya mengedarkan sari makanan. Oksigen dan karbondioksida diedarkan melalui sistem trakea yang memungkinkan oksigen dari lingkungan dapat mencapai jaringan.

c.       Sistem Peredaran darah tertutup
Dinamakan sistem peredaran darah tertutup karena darah beredar di dalam pembuluh-pembuluh yang saling berhubungan. Peredaran darah tertutup sederhana contohnya pada cacing tanah.

Sistem Peredaran darah Annelida
Alat peredaran darah cacing tanah berupa pembuluh darah punggung (dorsal) dan pembuluh darah perut (ventral) yang dihubungkan oleh pembuluh darah samping (lateral) serta pembuluh kapiler.
Pembuluh darah samping pada segmen ke-7 sampai ke-11 terdiri atas 5 pasang lengkung aorta. Kelima pasang lengkung aorta inilah yang dianggap “Jantung cacing”.
Arah aliran darahnya:
Jika jantung dan pembuluh punggung berdenyut, darah akan mengalir menuju pembuluh perut dan pembuluh kapiler. Oksigen yang diserap kulit cacing secara difusi akan memasuki kapiler dan diikat hemoglobin yang akan menuju pembuluh punggung untuk dipompakan ke seluruh tubuh.

2.      Sistem Peredaran Darah pada Vertebrata
Sistem peredaran darah yang lebih kompleks terdapat pada vertebrata. Pusat peredaran darah vertebrata adalah jantung.
a.       Sistem peredaran darah ikan
Sistem peredaran darah ikan disebut peredaran darah tunggal, karena darah hanya satu kali melewati jantung.
Jantung ikan terdiri dari 2 ruang, yaitu satu atrium dan satu ventrikel. Dinding atrium tipis, sehingga warna darah di dalamnya tampak memerah dengan jelas, sedangkan dinding biliknya cukup tebal, sehingga tampak lebih pucat. Selain itu pada jantung ikan terdapat sinus venosus yang menerima darah dari vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior.
Arah aliran darah:
1)      Jantung—-> keluar melalui aorta ventral —> insang.
2)      Di insang, aorta bercabang-cabang menjadi arteri brankial dan akhirnya menjadi kapiler-kapiler.
3)      Pada kapilker-kapiler terjadi pertukaran gas (CO2 dilepas, O2 diambil dari H2O).
4)      Dari kapiler —> aorta dorsal —> ke kapiler-kapiler seluruh tubuh (mengedarkan O2 dan sari-sari makanan serta mengikat CO2 jantung lewat vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior).

b.      Sistem peredaran darah amfibia
Sistem peredaran darah katak disebut peredaran darah ganda karena dalam satu kali peredarannya, darah melewati jantung dua kali. Pada masa larva (berudu) sistem peredaran darahnya menyerupai ikan. Setelah metemorfosis menjadi katak, sistem peredaran darah mengalami perubahan yang sesuai untuk kehidupan di lingkungan darat.
Alat peredaran darah terdiri atas jantung, pembuluh nadi, kapiler, dan pembuluh balik. Jantung katak terdiri atas 3 ruang, yaitu 2 atrium (kanan=atrium dexter dan kiri= atrium sinister). Serta menampung darah dari pembuluh besar yang akan masuk ke atrium dexter.
Arah aliran darah:
Darah yang kaya akan O2 dari paru-paru dan kulit masuk ke atrium kiri lalu dilanjutkan ke ventrikel. Sedangkan dari darah yang miskin akan O2 dari bagian-bagian tubuh masuk ke atrium kiri dan masuk bergabung dengan darah yang kaya O2 ke ventrikel. Setelah itu darah yang kaya O2 dan darah miskin O2 bercampur. Masuk ke jaringan tubuh (darah kaya O2) dan paru-paru dan kulit (darah miskin O2).

c.       Sistem peredaran darah reptilia
Sistem peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda, jantung reptilia atas 4 ruang, yaitu 2 atrium (kanan kiri) serta ventrikel (kanan kiri). Sekat antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri umumnya belum sempurna. Pada buaya, sekat ventrikel hampir sempurna dan hanya terdapat suatu lubang yang disebut foramen panizzae. Adanya foramen panizzae memungkinkan pemberian oksigen ke alat-alat pencernaan dan untuk keseimbangan tekanan dalam jantung sewaktu menyelam dalam air.
Arah aliran darah:
1)      Dari ventrikel jantung ada dua aorta yang membelok ke kanan dan ke kiri.
2)      Dari tiap aorta tersebut bercabang-cabang arteri kecil yang menuju ke berbagai organ tubuh.
3)      Setelah sampai di kapiler darah kembali ke jantung.

d.      Sistem peredaran darah burung
Sistem peredaran darah burung merupakan peredaran darah ganda. Jantung burung terbagi 4 ruang, yaitu 2 atrium (kanan kiri) serta 2 ventrikel (kanan kiri). Sekat antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran antara darah yang kaya dan miskin oksigen. Dibandingkan dengan vertebrata lainnya, darah aorta burung mengandung lebih banyak oksigen. Busur aorta pada burung hanya ada satu, yaitu arcus aorta yang menuju ke sebelah kanan.
Arah aliran darah:
1)      Darah dari vena (membawa CO2) —> serambi kanan —> dipompa keluar melalui arteri dada —> paru-paru.
2)      Dalam paru-paru (darah melepas CO2 dan mengambil O2)—> serambi kiri —> darah dipompa keluar melalui aorta untuk diedarkan ke seluruh tubuh.
3)      Aorta bercabang-cabang menjadi pembuluh kapiler yang terdapat dalam jaringan.
4)      Dalam jaringan, pembuluh kapiler darah (memeberi O2 dan mengambil CO2 dan air) —> vena —> serambi kanan —> dst.

Antigen dan Antibodi


Antigen adalah suatu substansi yang dianggap asing oleh tubuh, dan akan memacu terjadinya respon imun yang akan akhirnya akan memacu produksi antibodi. Antigen yang berhasil masuk ke dalam tubuh akan mengaktifkan berbagai respon imun spesifik maupun non-spesifik. Jika antigen ini tidak ditangani dengan baik oleh sistem imun kita, antigen tersebut dapat menimbulkan penyakit sesuai dengan jenis penyakit yang dibawanya.

Struktur Antigen
Secara fungsional antigen dibagi menjadi 2, yaitu :
1.      Imunogen
Imunogen adalah molekul besar dari sebuah antigen yang bersifat sebagai molekul pembawa karena membawa molekul kecil (hapten) dari suatu antigen. Imunogen ini dapat dikenal oleh antibodi dan memacu pembentukan antibodi (imunogenik)
2.      Hapten
Hapten adalah molekul kecil yang mempunyai kandungan antigenik (molekul karier) yang diikat oleh molekul besar (imunogen). Namun hapten ini tidak dapat memacu produksi antibodi jika tidak berikatan dengan molekul besar sehingga disebut sebagai molekul non-imunogenik.

Klasifikasi Antigen
Antigen dapat dibagi jenisnya berdasarkan asal, determinan, spesifitas, dan bahan kimianya. Berikut pembagiannya.
1.      Berdasarkan Asal
a.       Eksogen, karena berasal dari luar tubuh
b.      Endogen, karena berasal dari dalam tubuh
2.      Berdasarkan Determinan
Determinan adalah komponen antigen yang dapat menginduki atau memacu pembetukan antibodi.
a.       Unideterminan univalen : hanya memiliki satu jenis determinan dan jumlahnya satu
b.      Unideterminan multivalen : hanya memiliki satu jenis determinan namun berjumlah lebih dari satu pada satu molekul
c.    Multideterminan univalen : memiliki dua atau lebih jenis determinnan namun hanya berjumlah satu pada setiap jenis determinannya
d.    Multideterminan multivalen : memiliki dua atau lebih jenis determinan dan setiap jenisnya berjumlah lebih dari satu.
3.      Berdasarkan Spesifitas
a.       Heteroantigen : dimiliki oleh banyak spesies
b.      Xenoantigen : dimiliki oleh banyak spesies namun hanya spesies tertentu saja
c.       Aloantigen : dimiliki oleh individu dalam satu spesies saja
d.      Antigen Organ Spesifik : hanya dimiliki oleh organ tertentu saja
e.       Autoantigen : berasal dari tubuh sendiri
4.      Berdasarkan Bahan Kimia
a.       Polisakarida
b.      Lipid
c.       Asam nukleat
d.      Protein
Pada umumnya, antigen yang tersusun oleh polisakarida dan protein bersifat imunogenik, sedangkan jika tersusun oleh lipid dan asam nukleat biasanya tidak imunogenik kecuali berikatan dengan protein pembawa.

Antibodi merupakan protein-protein yang terbentuk sebagai respon terhadap antigen yang masuk ke tubuh, yang bereaksi secara spesifik dengan antigen tersebut. Antibodi bisa juga disebut sebagai imunoglobulin (Ig).

Struktur Antibodi
Antibodi tersusun oleh 4 rantai polipeptida (2 rantai polipeptida berat atau "heavy chain" dan 2 polipeptida ringan atau "light chain". Antibodi mempunyai bentuk seperti huruf Y. Kedua lengan bagian atas disebut daerah variable, karena dapat berubah-ubah sesuai dengan antigen yang diikat. Sedangkan lengan bagian bawah disebut daerah constan, karena daerah tersebut tidak dapat berubah bentuk.

Jenis-Jenis Antibodi
Antibodi mempunyai 5 jenis yang berbeda, yaitu IgG, IgA, IgM, IgD, dan IgE.
1.      Imunoglobulin G
Merupakan jenis Ig terbanyak pada tubuh, dan satu-satunya Ig yang dapat menembus plasenta sebagai pertahanan pada bayi. IgG mempunyai 4 subkelas, yaitu IgG1, IgG2, IgG3, dan IgG4.
2.      Imunoglobulin A
Merupakan jenis Ig terbanyak kedua pada tubuh. Ig ini berfungsi menjaga permukaan luar tubuh. Biasanya ditemukan pada air mata, saliva, kolostrum, dan mukus. IgA mempunyai 2 subkelas, yaitu IgA1 dan IgA2
3.      Imunoglobulin M
Merupakan jenis Ig yang paling baik dalam mengikat komplemen karena strukturnya yang pentamer. Ig ini disekresi pada tahap awal respon sel plasma sehingga berada pada permukaan sel B sebagai reseptor antigen.
4.      Imunoglobulin D
Ig ini juga berada pada permukaan sel B sebagai reseptor antigen, namun tidak dapat mengikat komplemen.
5.      Imunoglobulin E
Merupakan jenis Ig yang paling sedikit pada tubuh. Ig ini berfungsi sebagai mediator pelepasan histamin sebagai respon alergi.

Interaksi Antigen-Antibodi
Antaran antigen dan antibodi mempunyai beberapa macam interaksi, seperti :
1.      Netralisasi, yaitu antibodi yang menghalangi antigen untuk berikatan dengan sel lain sehingga tidak menimbulkan efek yang merugikan.
2.      Aglutinasi, yaitu antigen yang dianggap asing oleh antibodi diikat lalu membentuk gumpalan. Terjadi apabila antigen bersifat karier, contohnya eritrosit.
3.      Presipitasi, yaitu antigen dan antibodi yang mengendap ketika bertemu. Hal ini dapat terjadi jika antigen bersifat larut air.